kegiatan lintas pesisir HIMA IK FPIK UHO jilid V
“Himpunanan Mahasiswa Ilmu Kelautan ( HIMA-IK
FPIK UHO)” seperti kita ketahui pada Akhir tahun 2015 akan diresmikan
Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan meramaikan pasar di ASEAN dan bisa menjadi
tolak ukur bagi perekonomian di Indonesia. Demi menyambut MEA 2015, seluruh
masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa dan semua sivitas akademika di
Indonesia harus terus meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan dirinya agar
mampu bersaing dengan negara lain demi meningkatkan perekonomian Indonesia di
mata ASEAN.
Hal inilah yang HARUS dilakukan oleh MAHASISWA
ILMU KELAUTAN UHO untuk bisa mempersiapkan diri mengahadapi MEA. Untuk membuka
jalan tersebut maka, di Kegiatan lintas pesisir tahun ini pun mengusung tema
“Dengan Mutu Sumber Daya Manusia yang Tinggi, HIMA-IK UHO Siap Menghadapi
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. “Alhamdulillah tema ini sudah disetujui oleh
forum. Tema ini diambil agar HIMA-IK bisa lebih siap mengahadapi MEA nantinya.
Bukan hanya itu saja ini juga bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi kami untuk bisa
mengahadapi MEA, “ tutur Sofri Bolqiah. Selaku KETUA HIMA-IK FPIK UHO
secara umum tema yang
diangkat hampir sama dengan tema LINTAS PESISIR tahun lalu, hanya saja yang
membedakan di sini adalah penekanannya lebih pada peningkatan kualitas SDM
serta MEA. “Perlu kita ketahui bahwa MEA menjadi suatu hal yang baru di Negara
ASEAN. Jadi ketika MEA sudah terselenggara dan dipukul gongnya pada Desember
2015 nanti, maka negara-negara yang bertanda tangan dan masuk dalam organisasi
tersebut harus menghadapi beberapa kebebasan dalam perekonomian di Indonesia,”
jelasnya.
ada 5 hal kebebebasan
yang harus diikuti oleh negara-negara yang masuk dalam MEA. “Ketika Indonesia
sudah masuk ke MEA ada 5 hal kebebasan atau liberalisasi yakni bebas keluar
masuk barang, bebas dalam berbahasa, bebas dalam menanam modal, bebas dalam
berinvestigasi, dan bebas dalam bidang ketenagakerjaan yang terdidik dan
terampil. Untuk bidang ketenagakerjaan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) belum termasuk.
Intinya adalah bahwa hanya lulusan sarjana dengan skill bagus yang bisa bebas
keluar masuk negara ASEAN tanpa hambatan, “ paparnya.
Bukan hanya itu saja, masyarakat
Indonesia juga akan memperoleh manfaat tanpa hambatan, misalnya ketika ada
pengiriman barang subsidi tidak perlu memakai kuota lagi. “Artinya, ketika kita
akan impor IKAN maksimal dalam setahun ada sekian IKAN. Jika dalam bidang
investasi, kita tidak usah lagi join dengan perusahaan lain yang ada di
Indonesia, jadi kita bebas berinvestigasi di negara manapun tanpa harus join
terlebih dahulu, “ paparnya.
Namun, ada beberapa hal yang perlu
disiapkan untuk menghadapi MEA, karena jika masyarakat Indonesia tidak siap,
tentu ini akan menjadi sebuah bencana bagi Indonesia sendiri. “Untuk MEA, tentu
Indonesia harus menyiapkan SDM yang bagus pula. Jika tidak, kita akan menjadi
penonton di negeri sendiri, Indonesia akan diserbu oleh barang-barang impor,
jasa pendidikan, jasa kesehatan dari negara lain. Tentu, hal ini tidak boleh
terjadi di Indonesia, untuk itu kita menyiapkan SDM yang memiliki daya saing
tinggi dan mempersiapkan diri untuk bisa bersaing dengan negara lain, “
terangnya.
Untuk itu, masyarakat Indonesia
perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA, dan untuk memepersiapkannya
tentu tak lepas dari peran universitas dalam meningkatkan SDM sebab saat ini
batas-batas negara sudah terlihat semu. “Saya berharap kita bisa punya motivasi
yang tinggi bahwa kita tidak hidup sendiri. Kita harus hidup dengan negara lain
yang bebas melakukan transaksi keluar masuk, baik dalam bentuk barang atau
jasa, dan investasi. Batas-batas negara juga sudah tidak ada. Jika kita hanya
berdiam diri, daya saing kita lemah, pendidikan rendah, itu artinya kita ini
sedang dijajah, “ tegasnya.
Setidaknya, dengan Indonesia masuk
dalam daftar MEA, Indonesia dapat memperoleh manfaat, misalnya bisa melakukan
ekspansi barang ke negara lain, bahkan dalam sektor pendidikan pun bisa
dilakukan. “Jadi, mahasiswa perlu motivasi dan usaha yang tinggi, karena kita
bukan hanya berhadapan dengan yang ada di Kendari Buton atau Muna, dan
Indonesia saja. Tapi, mulai sekarang kita sudah berhadapan langsung dengan
negara lain, “ pesannya.
Adapun pelaksanaan LINTAS PESISIR ini akan
melibatkan seluruh mahasiswa ilmu kelautan UHO yang akan melakukan sosialisasi
tentang KELAUTAN UHO dan MEA Yang akan tersebar di sepuluh Kab/Kota di Sultra
dan kegiatan ini akan di lepas oleh Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan
Alumni.

